Poros Informasi – Pertamina Marine Solutions (PMSol), sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina International Shipping (PIS), menunjukkan keseriusannya dalam kancah maritim global dengan berpartisipasi di Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2025. Keikutsertaan perdana ini menjadi sinyal kuat ambisi perusahaan untuk memperkokoh posisi Indonesia dalam jaringan maritim dan logistik energi dunia.
Digitalisasi Maritim: Bukan Sekadar Teknologi Canggih

Direktur PMSol, Dian Prama Irfani, menekankan bahwa kunci sukses digitalisasi di sektor maritim bukan hanya terletak pada teknologi semata. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia (SDM) memegang peranan krusial dalam transformasi digital ini.
SDM: "Operating System" di Era Digital
Irfani menjelaskan bahwa teknologi canggih seperti smart-port, kecerdasan buatan (AI), digital twins, hingga Just-In-Time (JIT) port calls, tidak akan memberikan hasil optimal jika tidak didukung oleh SDM yang kompeten. "Banyak proyek digital yang mandek di tahap uji coba bukan karena masalah teknologi, melainkan karena SDM yang belum siap. Manusia adalah ‘operating system’ industri maritim, sementara AI dan data hanyalah aplikasinya," tegas Irfani.
Investasi pada SDM: Kunci Keberhasilan Digitalisasi
Pernyataan Irfani ini menggarisbawahi pentingnya investasi pada pengembangan SDM di sektor maritim. Pelatihan, pendidikan, dan peningkatan keterampilan menjadi prioritas utama agar para pekerja maritim dapat beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif. Dengan SDM yang mumpuni, Indonesia dapat memaksimalkan potensi digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing di sektor maritim global.






