TERKUAK! Ribuan Lubang Ancam Pengendara di Jalan Parung-Cilodong

Renita

TERKUAK! Ribuan Lubang Ancam Pengendara di Jalan Parung-Cilodong

Poros Informasi – Kondisi infrastruktur jalan nasional kembali menjadi sorotan tajam. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan terkait ruas jalan Gandaria-Cilodong hingga Parung, Bogor, Jawa Barat. Jalur vital ini, yang menjadi urat nadi mobilitas warga dan distribusi logistik, ternyata dipenuhi oleh ribuan lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Pernyataan ini muncul di tengah upaya Kementerian PU untuk mempercepat perbaikan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat serta kelancaran roda perekonomian.

Fokus Perbaikan Menyeluruh, Bukan Sekadar Tambal Sulam

TERKUAK! Ribuan Lubang Ancam Pengendara di Jalan Parung-Cilodong
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam tinjauannya di Depok pada Sabtu (28/2/2026), Menteri Dody Hanggodo secara tegas menyoroti kualitas pekerjaan perbaikan yang masih jauh dari sempurna. Ia menekankan bahwa hasil penambalan (patching) di sejumlah titik belum rata dan masih terasa bergelombang, kondisi yang sangat berisiko bagi pengendara, terutama kendaraan roda dua.

"Kita memang sedang proses perbaikan dari Pasar Parung sampai titik Kemang, Parung. Memang kemarin-kemarin ada penambalan atau patching sana-sini tapi belum sempurna, kita pelan-pelan menyempurnakan," ujarnya, menegaskan komitmen untuk mencapai kualitas optimal. Menteri Dody menargetkan penyelesaian menyeluruh dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Instruksi keras pun dilayangkan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat. Menteri Dody meminta agar perbaikan tidak hanya bersifat parsial atau tambal sulam, melainkan dilakukan secara komprehensif dan bertahap sepanjang 25,1 kilometer dari Pasar Parung hingga Gandaria-Cilodong. Tujuannya jelas: menciptakan kontur jalan yang mulus, aman, dan nyaman bagi seluruh pengendara, sekaligus mendukung efisiensi transportasi barang dan jasa.

Data Mengejutkan: Ribuan Titik Lubang Teridentifikasi

Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, membeberkan data yang mengkhawatirkan. Secara total, tercatat ada 1.463 titik lubang di sepanjang ruas Gandaria-Cilodong hingga Parung. Angka ini menunjukkan skala masalah yang cukup serius dan membutuhkan penanganan segera.

"Sampai kemarin, sebanyak 1.200 lubang sudah kami tutup dan tersisa 263 titik," ungkap Rina. Dengan tim patching yang terus bekerja di lapangan, BBPJN menargetkan seluruh lubang dapat tertangani dalam waktu lima hari ke depan. Penanganan cepat ini diharapkan dapat segera mengembalikan fungsi jalan sebagai jalur transportasi yang aman dan lancar, meminimalisir risiko kecelakaan, dan mengurangi kerugian ekonomi akibat kerusakan kendaraan.

Dampak Ekonomi dan Mobilitas yang Krusial

Kondisi jalan yang rusak parah seperti ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Jalur Parung-Cilodong merupakan koridor penting yang menghubungkan berbagai wilayah penyangga ibu kota, memfasilitasi pergerakan barang dan jasa, serta mobilitas harian pekerja. Jalan berlubang dan bergelombang dapat memperlambat waktu tempuh, meningkatkan biaya operasional kendaraan, dan bahkan merusak kendaraan, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi logistik dan daya saing ekonomi regional.

Oleh karena itu, percepatan dan kualitas perbaikan jalan ini menjadi krusial. Pemerintah melalui Kementerian PU menunjukkan komitmennya untuk memastikan infrastruktur dasar yang memadai guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Investasi dalam perbaikan jalan adalah investasi dalam produktivitas, konektivitas, dan kemajuan wilayah.

Dengan target penyelesaian yang ambisius, baik dari sisi penutupan lubang maupun perbaikan menyeluruh, diharapkan ruas jalan Gandaria-Cilodong hingga Parung dapat segera kembali optimal. Upaya ini bukan sekadar memperbaiki aspal, melainkan membangun kembali kepercayaan publik terhadap infrastruktur, serta menjamin kelancaran roda perekonomian dan aktivitas sosial di wilayah tersebut.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar