Asing Kabur Masif! IHSG Tertekan di Tengah Badai Jual

Renita

Asing Kabur Masif! IHSG Tertekan di Tengah Badai Jual

Poros Informasi – Arus modal keluar (outflow) dari pasar saham Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan sepanjang tahun 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa investor asing telah melakukan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai fantastis, yakni menembus angka Rp94,87 triliun sejak awal Januari hingga periode perdagangan 23 Oktober 2026.

Kondisi ini memberikan tekanan hebat pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang secara year to date (YTD) tercatat mengalami koreksi cukup dalam sebesar 37,82 persen.

Asing Kabur Masif! IHSG Tertekan di Tengah Badai Jual
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Eskalasi Tekanan Jual Asing yang Kian Agresif

Berdasarkan data transaksi terbaru, tren pelepasan aset oleh investor global ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada penutupan perdagangan pekan terakhir yang berakhir pada Jumat (23/10/2026), investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp6,67 triliun atau setara dengan USD369,83 juta.

Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, intensitas tekanan jual ini mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Pada pekan lalu, nilai net sell asing hanya berada di angka Rp3,19 triliun (USD177,04 juta). Artinya, terdapat kenaikan tekanan jual bersih sebesar 109,2 persen secara mingguan dalam denominasi rupiah.

Dominasi Domestik di Tengah Volatilitas Pasar

Meskipun arus modal asing terus mengalir keluar, struktur pasar modal Indonesia masih menunjukkan resiliensi dari sisi pelaku pasar lokal. Komposisi nilai transaksi di BEI menunjukkan bahwa investor domestik masih memegang kendali utama dengan kontribusi sekitar 60 persen dari total nilai perdagangan.

Sementara itu, porsi investor asing tetap berada di angka 40 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar saham tanah air masih sangat bergantung pada kekuatan beli dari investor lokal untuk menjaga stabilitas indeks di tengah ketidakpastian global.

Sinyal Pemulihan Tipis di Akhir Pekan

Menariknya, di balik derasnya aksi jual asing, IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Pada perdagangan Jumat (24/10/2026), indeks justru berhasil ditutup menguat sebesar 4,9 persen ke level 5.439, naik dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 5.185.

Penguatan indeks ini turut memberikan dampak positif pada kapitalisasi pasar BEI. Nilai kapitalisasi pasar tercatat tumbuh 4,66 persen, melonjak menjadi Rp9.583 triliun dari posisi sebelumnya di angka Rp9.157 triliun. Meski demikian, para pelaku pasar tetap perlu mewaspadai volatilitas tinggi mengingat besarnya angka outflow asing yang telah terjadi sepanjang tahun ini.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar