Dompet Auto Senyum! Harga BBM Pertamina Turun Awal 2026

Renita

Dompet Auto Senyum! Harga BBM Pertamina Turun Awal 2026

Poros Informasi – Kabar gembira menyambut tahun baru 2026 datang dari PT Pertamina (Persero). Raksasa energi nasional ini resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per 1 Januari 2026, dengan tren penurunan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kebijakan ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat dan pelaku usaha di seluruh Indonesia, berpotensi meringankan beban pengeluaran di awal tahun.

Kebijakan Strategis di Balik Penurunan Harga

Dompet Auto Senyum! Harga BBM Pertamina Turun Awal 2026
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini bukan tanpa dasar. Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hasil evaluasi komprehensif terhadap berbagai indikator ekonomi dan pasar. "Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala, dengan mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah, serta mengikuti dinamika harga rata-rata minyak dunia yang dipublikasikan oleh lembaga terkemuka seperti Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS)," ujar Roberth di Jakarta, Kamis (1/1/2026), seperti dikutip porosinformasi.co.id.

Ia menambahkan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penentu dalam perhitungan harga. Pertamina berkomitmen untuk menjaga daya saing produknya di pasar. "Kami tetap menjadikan harga Pertamax Series dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif di pasar," tegasnya, menunjukkan upaya perusahaan untuk memberikan nilai terbaik bagi konsumen.

Rincian Harga BBM Non-Subsidi per Provinsi

Penting untuk dicatat bahwa harga BBM non-subsidi dapat bervariasi di setiap daerah, bergantung pada besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh masing-masing provinsi. Berikut adalah rincian harga yang berlaku mulai 1 Januari 2026:

Harga Berlaku Umum (PBBKB 5%)

Untuk wilayah dengan PBBKB sebesar 5%, harga BBM non-subsidi yang berlaku seragam adalah sebagai berikut:

  • Pertamax : Rp12.350/liter
  • Pertamax Green 95 : Rp13.150/liter
  • Pertamax Turbo : Rp13.400/liter
  • Dexlite : Rp13.500/liter
  • Pertamina Dex : Rp13.600/liter

Kondisi Khusus: Aceh dan Sumatera Utara (PBBKB 7,5%)

Terdapat pengecualian khusus untuk beberapa wilayah yang sebelumnya dilanda bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertamax Series tidak mengalami penyesuaian sejak November 2025. Kondisi ini membuat harganya masih lebih rendah dibandingkan provinsi lain dengan PBBKB yang sama. Berikut daftar harganya di kedua provinsi tersebut:

  • Pertamax : Rp12.500/liter
  • Pertamax Turbo : Rp13.400/liter
  • Dexlite : Rp13.800/liter
  • Pertamina Dex : Rp13.900/liter

Sumatera Barat: PBBKB 10%

Sementara itu, untuk Provinsi Sumatera Barat, yang juga termasuk dalam kategori wilayah khusus dengan PBBKB 10%, harga BBM non-subsidi yang berlaku adalah:

  • Pertamax : Rp12.800/liter
  • Pertamax Turbo : Rp13.700/liter
  • Dexlite : Rp14.100/liter
  • Pertamina Dex : Rp14.200/liter

Stabilitas Harga BBM Subsidi

Di tengah fluktuasi harga BBM non-subsidi, masyarakat dapat bernapas lega karena harga BBM bersubsidi tetap stabil. Solar subsidi masih dibanderol Rp6.800/liter, dan harga Pertalite juga tidak mengalami perubahan, tetap di angka Rp10.000/liter. Stabilitas ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi sektor-sektor esensial dan transportasi umum yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi.

Penurunan harga BBM non-subsidi ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi perekonomian nasional di awal tahun, mengurangi beban operasional bagi industri dan transportasi logistik, serta meningkatkan daya beli konsumen secara umum. Langkah ini juga mencerminkan responsibilitas Pertamina dalam menyikapi dinamika pasar global dan domestik demi kepentingan masyarakat luas.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar