Poros Informasi – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan geliatnya dengan antrean panjang perusahaan yang siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terkini, sembilan entitas bisnis tengah dalam tahap finalisasi untuk Initial Public Offering (IPO), di mana enam di antaranya merupakan perusahaan dengan aset jumbo, mengindikasikan potensi pergerakan signifikan di lantai bursa yang patut dicermati para investor.
Prospek Pasar Modal yang Menggeliat

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan optimisme terhadap prospek pasar modal yang terus bertumbuh. Menurutnya, dari sembilan perusahaan yang berada dalam pipeline IPO, profil asetnya cukup bervariasi dan mencerminkan spektrum ekonomi yang luas.
"Dua perusahaan masuk kategori aset kecil, di bawah Rp50 miliar. Satu perusahaan berskala sedang, dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Dan yang paling menarik perhatian, enam perusahaan lainnya memiliki aset berskala besar, yakni di atas Rp250 miliar," jelas Nyoman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (20/12/2025). Pernyataan ini menegaskan bahwa gelombang IPO mendatang tidak hanya menambah jumlah emiten, tetapi juga kedalaman pasar dengan masuknya pemain-pemain besar.
Profil Aset dan Potensi Sektor
Data BEI menunjukkan bahwa hingga 19 Desember 2025, pasar modal telah mencatat kinerja impresif dengan 26 perusahaan yang sukses mencatatkan sahamnya. Total dana segar yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini mencapai Rp18,11 triliun, sebuah angka yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor dan dinamika positif di pasar modal Indonesia. Kehadiran enam perusahaan beraset besar dalam daftar antrean IPO ini tentu akan menambah pilihan investasi yang lebih beragam dan berpotensi menarik minat investor institusional maupun ritel.
Diversifikasi Sektor Menarik Investor
Tidak hanya dari sisi ukuran aset, diversifikasi sektor juga menjadi daya tarik tersendiri dari daftar calon emiten ini. Dari sembilan perusahaan yang siap IPO, tiga di antaranya berasal dari sektor keuangan, yang selalu menjadi tulang punggung perekonomian dan kerap menawarkan stabilitas.
Kemudian, masing-masing satu perusahaan mewakili sektor energi, industri, teknologi, dan transportasi. Sektor-sektor ini dikenal memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, didorong oleh inovasi dan kebutuhan fundamental masyarakat. "Selanjutnya, dua perusahaan lainnya berasal dari sektor bahan baku," tambah Nyoman. Komposisi ini menunjukkan bahwa berbagai pilar ekonomi nasional bersemangat untuk mencari pendanaan publik, sekaligus memberikan opsi investasi yang tersebar di berbagai sektor strategis.
Peluang Investasi di Berbagai Bidang
Keberagaman sektor ini secara fundamental memberikan peluang emas bagi investor untuk mendiversifikasi portofolio mereka, mengurangi risiko, dan menangkap potensi pertumbuhan dari berbagai lini bisnis. Mulai dari sektor yang stabil dan esensial seperti keuangan dan bahan baku, hingga sektor yang inovatif dan bertumbuh pesat seperti teknologi dan energi, pasar modal Indonesia siap menyambut gelombang emiten baru yang menjanjikan.
Gelombang IPO ini diperkirakan akan semakin memeriahkan aktivitas perdagangan di BEI, sekaligus menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang, menunjukkan resiliensi dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata pelaku bisnis dan investor.






