Poros Informasi – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Kamis (14/8/2025) sungguh mengesankan. IHSG berhasil ditutup menguat signifikan, mencapai 7.965,98 atau naik 0,93 persen. Kenaikan ini membawa IHSG semakin mendekati level psikologis 8.000, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
IHSG Mendekati Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG terus menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa, menunjukkan optimisme yang kuat di pasar saham domestik. Hal ini terlihat dari aktivitas perdagangan yang cukup tinggi, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,12 triliun dan volume mencapai 22,94 miliar lembar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 352 saham mengalami penguatan, 279 saham melemah, dan 325 saham lainnya stagnan.
Kinerja Positif Indeks Sektoral dan Saham Unggulan
Bukan hanya IHSG secara keseluruhan, tetapi seluruh indeks pendukung juga kompak menunjukkan kinerja positif. LQ45, JII, IDX30, dan MNC36 semuanya mengalami kenaikan. Secara sektoral, sebagian besar sektor mengalami pertumbuhan, dengan sektor kesehatan memimpin kenaikan sebesar 1,22 persen.
Beberapa saham mencatatkan kinerja luar biasa. Di antara top gainers LQ45, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin dengan kenaikan 5,04 persen ke level Rp1.365. Disusul oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang menguat 4,00 persen ke Rp1.300, dan PT Indofood CBP Sukses Tbk (ICBP) yang melesat 3,43 persen ke Rp9.800.
Saham yang Melemah
Di sisi lain, beberapa saham juga mengalami pelemahan. Tiga saham yang masuk dalam top losers adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang turun 2,98 persen ke Rp2.280, PT Medco Energi Tbk (MEDC) yang melemah 1,59 persen ke Rp1.240, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang turun 1,56 persen ke Rp1.260.
Pergerakan IHSG yang mendekati level 8.000 ini menunjukkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar modal Indonesia. Namun, para investor tetap perlu mencermati perkembangan ekonomi makro dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG ke depannya. Pemantauan yang cermat terhadap kinerja saham-saham unggulan dan yang melemah juga penting untuk strategi investasi yang optimal.






