Strategi Baru PLN: Pakai Amonia di PLTU Labuan!

Renita

Strategi Baru PLN: Pakai Amonia di PLTU Labuan!

Poros Informasi – Langkah besar menuju transisi energi hijau mulai dipersiapkan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Perusahaan ini tengah merancang pengembangan teknologi co-firing amonia sebagai alternatif bahan bakar rendah karbon guna menekan emisi pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Rencana ambisius ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan yang terukur. Berdasarkan peta jalan (roadmap) yang dipaparkan dalam ajang Electricity Connect 2026, PLN EPI menargetkan uji coba skala kecil akan dimulai pada tahun 2027.

Strategi Baru PLN: Pakai Amonia di PLTU Labuan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Uji Coba di PLTU Labuan Jadi Titik Awal

Tahapan awal dari proyek strategis ini akan dimulai dengan studi pasokan pada tahun 2026. Sebagai langkah konkret pertama, PLTU Labuan telah ditunjuk sebagai lokasi uji coba dengan tingkat pencampuran (cofiring) amonia sebesar 3 persen.

Uji coba ini bertujuan untuk membedah tiga aspek krusial: kesiapan teknis mesin pembangkit, kelayakan ekonomi, serta stabilitas rantai pasok. Jika hasil uji coba di PLTU Labuan menunjukkan hasil positif, maka pada tahun 2028, PLN EPI akan melakukan evaluasi mendalam untuk menentukan langkah komersialisasi selanjutnya.

Tantangan Harga dan Persaingan Sektor Industri

Meskipun menjanjikan pengurangan emisi yang signifikan, implementasi amonia sebagai bahan bakar pembangkit listrik memiliki tantangan besar, terutama dari sisi biaya. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa harga amonia saat ini masih menjadi variabel penentu yang cukup menantang.

"Kami perlu melakukan pilot project terlebih dahulu untuk mempelajari bagaimana teknologi dan aspek keekonomiannya berkembang," ujar Hokkop dalam keterangannya di Jakarta.

Selain masalah harga, terdapat tantangan kompetisi pasar. Saat ini, amonia merupakan komoditas vital bagi industri pupuk. Kehadiran sektor ketenagalistrikan sebagai konsumen baru akan menciptakan dinamika baru dalam pemanfaatan sumber daya ini.

Roadmap Menuju Komersialisasi 2030

PLN EPI telah menyusun jadwal pengembangan yang sangat mendetail hingga akhir dekade ini. Berikut adalah linimasa pengembangan amonia oleh PLN EPI:

  • 2026: Studi pasokan amonia (salah satunya mengkaji potensi dari Pupuk Kujang Cikampek).
  • 2027: Uji coba cofiring skala kecil (maksimal 3%) di PLTU Labuan.
  • 2028: Evaluasi teknis dan studi keekonomian berdasarkan hasil uji coba.
  • 2029: Pengembangan integrasi rantai pasok amonia.
  • 2030: Studi kelayakan untuk penerapan cofiring yang lebih besar (sekitar 3-5% atau lebih).

Fokus utama perusahaan adalah memastikan adanya kepastian volume, harga yang kompetitif, serta infrastruktur logistik yang mumpuni. Hal ini penting agar integrasi amonia ke dalam sistem kelistrikan nasional dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengganggu stabilitas pasokan untuk sektor industri lainnya.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar