Poros Informasi – Pasar altcoin kini memperlihatkan sinyal kebangkitan yang menarik perhatian para investor, namun pergerakannya masih terbilang selektif dan belum merata. Beberapa aset digital berhasil melonjak signifikan berkat katalis spesifik, sementara mayoritas token lainnya masih tertinggal jauh dari harga penawaran perdana atau puncak historis mereka. Ini memunculkan pertanyaan krusial: apakah ini awal dari ledakan altseason, atau hanya sebuah rally terbatas yang perlu diwaspadai?
Dominasi Bitcoin dan Indeks Altseason: Sebuah Barometer Pasar
Tim Riset porosinformasi.co.id mengungkapkan bahwa dominasi Bitcoin (BTC) masih kokoh di level tinggi, sekitar 58,85%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar kapitalisasi pasar kripto global yang berada di kisaran US$2,33 triliun masih terkonsentrasi pada aset digital utama ini.
"Sementara itu, Indeks Altcoin Season saat ini berada di angka 52," jelas tim riset. "Angka ini masih di bawah ambang batas 75 yang umumnya menjadi konfirmasi dimulainya altseason sejati."
Situasi ini menegaskan bahwa pasar belum sepenuhnya memasuki fase altcoin season. Kenaikan harga masih terfokus pada token-token tertentu yang didukung oleh narasi kuat, aktivitas para "whale" (investor besar), atau perkembangan proyek yang signifikan. Likuiditas belum menyebar secara merata ke seluruh ekosistem altcoin, menandakan bahwa para investor masih sangat selektif dalam menempatkan modalnya.
Bintang-Bintang Baru yang Bersinar: ONDO dan BANK Mendominasi Perhatian
Di tengah pasar yang selektif, beberapa altcoin berhasil mencuri perhatian dengan performa impresif, menunjukkan potensi yang didorong oleh faktor fundamental dan spekulatif.
ONDO: Ketika Tokenisasi Aset Nyata Menggebrak
ONDO menjadi salah satu token yang mencatatkan kinerja cemerlang pada pertengahan Juli. Aset ini melonjak antara 15% hingga 18% setelah Ondo Finance menyoroti inisiatif tokenized stocks mereka dan mengumumkan kemitraan strategis dengan SBI Group dari Jepang untuk tokenisasi aset-aset Negeri Sakura. Inisiatif ini membuka peluang baru dalam integrasi keuangan tradisional dengan dunia kripto, memicu optimisme investor.
Secara kumulatif, ONDO telah menguat sekitar 101% sejak diluncurkan. Kendati demikian, token ini masih diperdagangkan sekitar 81% di bawah harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang dicapai pada Desember 2024. Ini menunjukkan bahwa meskipun ONDO adalah salah satu token baru yang relatif kuat, tekanan jual dari puncak harga sebelumnya masih sangat terasa, menguji ketahanan fundamentalnya.
BANK: Spekulasi Whale dan Volatilitas Ekstrem
Dilansir dari Coinpedia, Lorenzo Protocol (BANK) menunjukkan pergerakan harga yang jauh lebih agresif. Token ini sempat diperdagangkan di rentang US$0,1209 hingga US$0,2541 dan masih mencatat kenaikan lebih dari 1.000% dari titik terendah Juni, meskipun telah terkoreksi sekitar 26,4% dari puncaknya pada 21 Juli.
Minat pasar terhadap BANK juga meningkat tajam menyusul dugaan transfer 84 juta token BANK yang diyakini terkait dengan dompet yayasan proyek, meskipun belum ada konfirmasi resmi. Selain itu, World Liberty Financial juga dilaporkan mengakuisisi 636.683 BANK, menambah sentimen positif yang didorong oleh aktivitas institusional.
Namun, pada 22 Juli, peningkatan short interest dan penurunan open interest mulai mengindikasikan adanya aksi ambil untung awal. Hal ini menjadi peringatan bahwa meskipun momentum BANK masih kuat, risiko volatilitas ekstrem tetap tinggi, menuntut kehati-hatian dari para trader.
Altcoin Lain yang Mulai Menggeliat: Dari SOL hingga LINK
Selain ONDO dan BANK, sejumlah altcoin lain juga mulai memancarkan sinyal pemulihan yang patut dipantau, didukung oleh analisis teknikal dan aktivitas on-chain.
Potensi Kenaikan di Tengah Tekanan Pasar
Analis terkemuka, Michaël van de Poppe, tetap optimistis terhadap Solana (SOL), memproyeksikan peluang kenaikan di atas US$100 jika area pertengahan US$70 berhasil dipertahankan sebagai level support krusial. Ini menunjukkan kepercayaan pada ekosistem SOL yang terus berkembang.
AVAX juga menarik perhatian karena berpotensi bergerak menuju US$10 apabila berhasil menembus level resistance penting. Sementara itu, SUI menunjukkan tanda-tanda pemulihan di sekitar US$0,76, meskipun masih tertekan 85,7% dari puncaknya pada Januari 2025, mengindikasikan potensi rebound dari level terendah.
Token lain seperti ARB, UNI, AAVE, ETHFI, NEAR, dan ZEC juga masuk dalam daftar pantauan pasar, lantaran mulai memperlihatkan potensi teknikal atau narasi proyek yang membaik, menarik perhatian para analis dan investor yang mencari peluang.
Aktivitas Whale dan Sinyal Bullish On-Chain
Dari sisi on-chain, Chainlink (LINK) menunjukkan aktivitas "whale" yang cukup signifikan. Menurut analis Ali Martinez, para investor besar telah mengakumulasi lebih dari 14 juta LINK dalam tiga pekan terakhir. Akumulasi masif oleh pemegang besar ini berpotensi mengurangi pasokan yang tersedia di pasar, terutama jika token tersebut tidak dikirim ke bursa, menciptakan tekanan beli yang kuat.
Selain itu, ENA dari Ethena juga mencatatkan reli 17% setelah muncul sinyal bullish dari indikator TD Sequential. Target berikutnya yang dipantau berada di sekitar US$0,13, didukung oleh divergensi bullish pada RSI dan ChandeMO, seperti yang ditunjukkan oleh Ali Charts.
Realita Pahit: Mayoritas Altcoin Masih Berjuang
Meskipun ada beberapa token yang menunjukkan penguatan, data pasar secara keseluruhan mengindikasikan bahwa kondisi altcoin belum sepenuhnya sehat. CryptoRank melaporkan bahwa hanya 8 dari 113 token besar yang diluncurkan sejak tahun 2024 masih diperdagangkan di atas harga peluncurannya.
Median return dari kelompok token tersebut berada di kisaran -95,7%, sebuah angka yang mencerminkan tekanan jual luar biasa dan kerugian besar bagi banyak investor awal. Hyperliquid (HYPE) menjadi pengecualian dengan kenaikan fantastis 1.519% sejak diluncurkan, diikuti oleh ONDO yang masih menguat 101,4%.
Data ini secara gamblang menunjukkan bahwa sebagian besar token baru menghadapi tekanan berat pasca-listing. Hype awal seringkali tidak cukup untuk mempertahankan harga, terutama jika tokenomics, jadwal unlock, dan permintaan pasar tidak mendukung secara fundamental, mengakibatkan penurunan harga yang signifikan.
Katalis Eksternal dan Prospek ke Depan
Di sisi lain, aliran dana ke ETF Solana mulai kembali positif pada Juli setelah sempat mencatat outflow pada Juni, menandakan kembalinya minat institusional. Undang-undang CLARITY Act juga masih menjadi katalis regulasi penting yang berpotensi mempengaruhi sentimen altcoin, meskipun proses pembahasannya di Kongres masih belum pasti dan membutuhkan waktu.
Untuk saat ini, penguatan altcoin masih didorong oleh katalis spesifik, aktivitas "whale," dan narasi sektor tertentu. Selama likuiditas belum menyebar lebih luas ke seluruh pasar dan dominasi Bitcoin belum turun secara signifikan, reli yang terjadi saat ini lebih tepat disebut sebagai selective altcoin rally, bukan altcoin season penuh yang dinanti-nantikan. Investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.






